oleh

Hampir Setahun Vakum, Kapal Roro Kembali Layani Rute Maumere-Surabaya

-EKBIS-1.984 views

MAUMERE, MN – Upaya Pemerintah Kabupaten Sikka menjalin kerjasama dengan manajemen PT. Windu Karsa membuahkan hasil yaitu terbukti dengan hadirnya KMP. Windu Karsa Dwytia di Pelabuhan Fery Kewapante pada hari ini, Selasa (04/06/2019).

KMP. Windu Karsa Dwytia sandar di Pelabuhan Fery Kewapante sekitar pukul 12.00 WITA disambut oleh Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sikka, Wilhelmus Sirilus, Kapolsek Kewapante, IPTU Kanisius Dheti dan masyarakat Kabupaten Sikka.

Dengan kembali beroperasinya kapal Roll on-Roll-off (Roro) tersebut, maka kerinduan dan keresahan masyarakat Kabupaten Sikka akan susahnya akses untuk mengirimkan hasil pertanian dan perkebunannya keluar Maumere selama ini terjawab sudah.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo kepada awak media diatas KMP. Windu Karsa Dwytia mengatakan, kehadiran kapal ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sikka.

“Saya yakin masyarakat Sikka sangat membutuhkan kapal jenis ini karena hampir satu tahun ini tidak beroperasi diwilayah kita. Saya berharap, dengan hadirnya kapal ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sikka. Kedepannya kita akan bangun sistem yang baik untuk menjaga keberlanjutannya,” tutur orang nomor satu di Kabupaten Sikka tersebut.

Disinggung mengenai biaya dan jadwal kapal tersebut, Roby sapaan akrab Bupati Sikka tersebut mengatakan belum mendapat informasi dari pihak manajemen PT. Windu Karsa.

Ir. Togar Napitupulu, MM, Manager Operasional dan Umum PT. Winda Karsa kepada awak media mengatakan, pihaknya berharap kerjasama ini akan berlangsung lama dan terus berkelanjutan agar bisa membantu masyarakat Kabupaten Sikka dalam bidang tranpotasi laut.

“Saya berharap kerjasama ini akan berlangsung lama. Namun semua itu tentunya kembali ke masyarakatnya. Kita sudah siapkan armadanya, jangan sampai masyarakat tidak mau gunakan itu, ” tutur Togarkepada awak media disela-sela acara penyambutan KMP. Windu Karsa Dwytia.

Disinggung mengenai tarif/biaya, jadwal dan rute perjalanan, Togar mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait mengenai ijin operasioanlnya di Kabupaten Sikka. Apabila ijin operasionalnya sudah selesai, akan diinformasikan lebih lanjut mengenai jadwal dan biaya perjalanan serta rute KMP. Windu Karsa Dwytia. Untuk rute perjalanan, pihaknya menunggu hasil kesepakatan dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, namun Maumere-Surabaya menjadi rute utama KMP. Windu Karsa Dwytia.

Kapal dengan daya tamping 60 buah kendaraan dan 400 penumpang tersebut selama ini beroperasi di Selat Sunda (Merak-Bakauheni). Kapal yang dibuat tahun 2000an tersebut baru kali  pertama melayani rute di Indonesia bagian timur. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya