oleh

Gandeng Watu Gong, Disperindag akan Ekspor Tuak Sikka

-EKBIS-372 views

MAUMERE, MN- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sikka, ke depannya akan menggandeng Bumdes Watu Gong untuk memproduksi Tuak Sikka. Kebijakan yang diambil itu untuk mendorong agar Kabupaten Sikka memiliki industri minuman keras (miras) berlabel, yang mampu dikirim ke luar daerah. Sementara bahan bakunya diperoleh dari moke yang saat ini ramai diproduksi warga Sikka.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perindag Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, yang berhasil ditemui sejumlah wartawan, Senin (28/10/2019) di ruang kerjanya.

Didampingi Kepala Bidang Perindustrian, Thadeus Pega, Benyamin menjelaskan, pemerintah daerah melalui Bupati sudah mengeluarkan regulasi untuk mengatur tentang hal itu. 

“Perbupnya sudah ada, tinggal sekarang kita melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan pihak Bumdes Watu Gong. Yang kita dorong saat ini adalah penyulingan itu harus dilakan lebih hegienis, termasuk dengan penentuan kadar alkoholnya. Selain itu, kita juga mengatur tentang bagaimana tempat penjualannya dan juga labelisasi, sehingga ada pemasukan bagi pendapatan asli daerah,” jelasnya panjang lebar.

Dia pun menambahkan, jika itu targenya maka ke depannya pemerintah mulai menyiapkan sarana dan prasarana pendukungnya, termasuk dengan kesiapan sumber daya aparaturnya. 

“Untuk saat ini memang kita masih dalam proses penyiapannya. Jangan kita launching terlebih dahulu, sebelum barangnya kita produksi. Jadi harus ada rumah produksinya, barang yang diproduksi seperti apa, barulah kita launching. Penentuan kadar alkohol itu pun harus dilakukan oleh mereka yang profesional, tentunya kita melakukan komunikasi dengan Balai POM. Artinya, ketika barang ini diproduksi, tidak membahayakan masyarakat konsumen,” tambahnya lagi.

Dia menambahkan, Gubernur NTT pun sudah mengambil kebijakan agar miras di wilayah ini berlabel, sehingga telah dilakukan launching beberapa waktu lalu tentang miras berlabel Sophia. 

“Kalau di sini pun kita akan upayakan seperti itu. Sehingga dengan demikian, masyarakat petani yang selama ini menyuling moke pun bisa menjualnya di Bumdes ini, agar bisa meningkatkan ekonomi keluarga mereka,” tegasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya