oleh

Eksotisme Pondok Santai Tanjung Watukrus Bola

-SOSBUD-1.473 views

MAUMERE, MN – Tanjung Watukrus kini menjelma menjadi salah satu destinasi wisata di Desa Ipir, Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka yang pantas disamakan dengan Tanah Lot, Bali.

Tanjung Watukrus yang dulunya adalah sebuah perbukitan dengan kecuraman tinggi, kini disulap oleh Vinsensius Ferrer menjadi sebuah pondok santai dengan konsep cafe dan menawarkan panorama pantai selatan yang begitu indah.

Dari Pondok Santai Tanjung Watukrus, anda juga bisa melihat situs wisata rohani watukrus yang letaknya tidak begitu jauh.

Pondok ini dibangun diatas sebuah goa karang yang dalam bahasa setempat disebut Lian Goa.

Untuk masuk dan menikmati keindahan Pondok Santai Tanjung Watukrus, anda harus melewati jalan setapak ± 200 m dari jalan utama. Jalan setapak yang berada dipinggir bukit yang langsung berbatasan dengan tebing di pinggir pantai selatan menuju pondok.

Untuk menikmati keindahan Pondok Tanjung Watukrus, anda hanya merogoh kocek sebesar Rp. 10.000. Anda juga memesan menu makanan sesuai selera anda dengan harga yang sangat terjangkau.

Vinsensius Ferrer, pemilik sekaligus sang arsitektur Pondok Tanjung Watukrus mengisahkan, usaha dibidang pariwisata ini, dirintisnya selama 3 tahun dengan modal seadanya dan tenaganya sendiri.

“Waktu itu saya duduk di depan rumah makan. Saya lihat kearah sini (Tanjung Watukrus). Sepertinya tempat ini indah sekali. Saya harus buat sesuatu,” kenang Ferrer

“Awalnya saya dikira orang gila. Mau merubah bukit curam menjadi tenpat wisata. Saya sempat ditertawakan warga sekitar,” lanjutnya.

Dengan modal alat dan modal seadanya, Ferrer memulai niatnya dan akhirnya membuahkan hasil yang sangat memuaskan serta sangat menjanjikan.

“Saya tidak ada modal besar. Kalau ada uang, saya beli semen 1 atau 2 sak. Kalau uang habis saya istirahat dulu,” tambahnya.

Saat ini, Pondok Tanjung Watukrus memilik 3 lopo, sebuah kolam ikan yang airnya langsung disedot dari laut dengan menggunakan mesin. Rencananya, akan dibangun Homestay bagi para wisatawan yang berkunjung.

“Rencananya saya akan bangun homestay supaya pengunjung bisa betah dan berlama-lama disini dan menikmati beberapa objek wisata yang ada di Kecamatan Bola,” tuturnya.

“Selama ini, pengunjung yang datang bukan hanya wisatawan lokal, tapi juga wisatawan mancanegara. Dari Korea, Jerman, Belanda, Swiss, sudah datang kesini,” tutur pria paruh baya ini.

Dia berharap, Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Sikka bisa membantu dan merespon usaha yang ia rintis yang mulai dikenal oleh publik baik lokal maupun mancanegara ini. (ACQ-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya