oleh

DPRD: Kebijakan Uji Coba, Ini Dia Jawaban Bupati

-POLITIK-757 views

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Robertus Diogo, akhirnya menjawab pernyataan DPRD terkait dengan tarik menarik buka-tutupnya Pasar Pagi Terbatas di kompleks TPI, hingga berujung aksi unjuk rasa ratusan pedagang ke Kantor Bupati dan Gedung Dewan, Selasa (2/7/2019).

Saat diwawancarai, usai membuka kegiatan lomba cipta menu beragam, bergizi seimbang dan aman, yang berlangsung di Aula Dinas Pertanian Sikka, Bupati yang sering disapa, Robby Idong ini dengan santai menjawab aspirasi yang disampaikan para pedagang atas kebijakan merupakan sebuah proses demokrasi yang perlu segera disikapi dan dicari jalan tengahnya.

“Dibukanya kembali Pasar Pagi Terbatas sejak 8 bulan yang lalu, ini juga sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat. Sebelumnya itu, masyarakat juga tetap menjual, meski dijaga oleh Satpol PP. Dan aspirasi itu kita coba untuk mengakomodirnya, sebagian memang setuju dan sebagiannya tidak setuju, namanya juga aspirasi. Sehingga dibentuklah forum pasar. Mereka juga meminta agar kembali ke Pasar Alok. Dan hari ini mereka datang lagi, kita tetap akomodir,” jelas Bupati Idong panjang lebar.

Kebijakan yang diambil, lanjut Orang Nomor Satu di Sikka ini, bukan hanya Bupati sendiri, tetapi bersama dengan DPRD.

“Untuk itu, tadi saya tegaskan agar mereka tanyakan dulu ke DPRD, agar bisa dicari solusinya seperti apa. Kalau nantinya keputusannya seperti apa, maka kita akomodir lagi. Saya pikir tidak apa-apa, kita turunkan lagi jamnya, dari jam 9 menjadi jam 8,” ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan membuka kembali Pasar Pagi Terbatas, meski pun obyeknya sama yakni TPI tetapi bisa multi fungsi.

“Mungkin malamnya bisa dibuat pasar malam, kenapa tidak? Tinggal kita memanage ruang dan waktu saja. Ada tempat, waktunya bisa berbeda. Jadi ini saya sebut sebagai sebuah proses demokrasi, nanti kita akan menemukan benang merahnya di mana,” imbuh Bupati Idong lagi.

Disinggung kembali soal kebijakan uji coba, Bupati Idong menyebutkan, kebijakan itu bukan juga eksperimen, tetapi ini merupakan proses.

“Try dan error juga merupakan hal yang lumrah, nanti kita sendiri sadar, oh yang paling bagus itu seperti ini. Intinya, apa yang kita bijaki tentunya bermuara kepada kepentingan masyarakat, apalagi Pemda dan DPRD ini sama-sama sebagai penyelenggara pemerintahan,” tegasnya.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya