oleh

Dipukul Petugas di Perbatasan Nagekeo-Bajawa, Para Sopir Maumere Minta Keadilan Gubernur NTT!

-HUKRIM-968 views

MAUMERE, MN- Aksi para sopir pengangkut ikan asal Maumere yang mengadu ke Bupati Sikka atas tindakan diskriminasi petugas perbatasan Gugus Tugas Covid 19 di Paubuku, yakni perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, Senin (1/6/2020), tidak berhenti di situ.

Kepada sejumlah wartawan, para pengemudi ini pun meminta dukungan dari Gubernur NTT, Viktor B. Laiskodat atas aksi pemukulan yang dilakukan oleh petugas di perbatasan itu.

“Kami meminta kepada Pak Gubernur NTT, agar bisa menindaklanjuti dan memproses aksi diskriminasi yang dilakukan oleh petugas di perbatasan itu. Kami merasa ini sangat tidak adil, apalagi aksi ini bukan dilakukan sekali atau dua kali saja, tetapi sudah berulang kali dan kemarin barulah kasus ini akhirnya kami buka ke publik,” ujar Lambertus Sino, juru bicara para pengemudi kepada sejumlah wartawan di Maumere.

Dia mengatakan, mereka tidak diperbolehkan untuk melewati perbatasan, sementara mereka sudah melengkapi dokumen perjalanan berupa surat jalan dari Dinas Perhubungan, surat keterangan bebas Covid-19 dari Satgas Covid-19, Surat Keterangan Rapid Test dari Klinik, surat-surat kendaraan berupa SIM, STNK dan Buku KIR dan Surat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka.

“Tindakan ini kami rasa melanggar hak asasi manusia. Karena ini merupakan satu-satunya lapangan pekerjaan kami. Meski di tengah pandemi covid, tetapi kami terus mengangkut ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Flores bagian barat. Yang kami bawa ini juga logistik, agar ekonomi harus terus berputar di tengah pandemi covid 19 ini,” ujarnya.

Dia pun mengaku, mereka hanya dipukul saja, tetapi ada yang disuruh memasang telinga di knalpot mobil, dan mobil itu digass oleh petugas.

“Saya sendiri juga mengalami hal itu karena diajak untuk berduel dengan salah satu anggota Pol PP. Kalau seperti ini, merupakan tindakan yang tidak terpuji. Kami mohon Pak Gubernur NTT bisa menindaklanjutinya,” pintanya dengan nada sedih.

Dia juga sangat berharap, agar pemerintah pusat pun bisa turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini, karena sudah sangat diskriminasi.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya