oleh

Puluhan Anak SD Kojadoi Saban Hari ‘Menantang Badai’ Menuju Sekolah

-DIKKES-455 views

MAUMERE, MN- Puluhan anak Sekolah Dasar (SD) di Wailago, Desa  Kojadoi, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka saban hari harus berjuang menantang badai menuju ke sekolah mereka di SDN Lebantour.

Jarak yang ditempuh ke sekolah mereka cukup jauh sekitar 3 km. Bukan hanya jauhnya saja, tetapi mereka juga harus menempuh perjalanan dengan akses yang sulit, seperti tebing dan menantang gelombang di pesisir pantai, karena itulah satu-satunya jalan alternatif menuju ke sekolah mereka.

Muliyadin, salah seorang guru yang juga saban hari ikut berjalan kaki dari Wailago ke tempat mengajarnya di SDN Lebantour, kepada Maumere News, Jumat (10/5/19) di SD Lebantour mengaku, aktivitas berjalan kaki menuju sekolah sudah digelutinya hampir 5 tahun terakhir.

“Kami harus melewati pesisir pantai karena itu jalan alternatif yang lebih cepat sampai dan menghindar dari jalan berbatu. Kondisi ini lebih parah ketika musim barat, jika air pasang dan terjadi gelombang, maka dia dan puluhan siswanya harus basah kuyup ketika melewati akses jalan itu,” ceritanya.

Dia pun mengaku, jika musim barat, maka sebagian anak-anak harus membuka sepatu mereka, bahkan seragam mereka untuk melewati ruas jalan itu.

“Kami hanya berharap ada kebijakan dari pemerintah daerah untuk membangun ruas jalan yang lebih representatif, sehingga dapat menjawab persoalan yang kami hadapi saat ini,” pintanya.

Mereka pun meminta, agar mereka juga dapat dibantu dukungan seperti sarana transportasi yang memadai, sehingga memperlancar akses mereka ke sekolah.

Data yang berhasil dihimpun Maumere News, jumlah siswa yang saban hari berjalan kaki menempuh 3 km menuju ke sekolah mereka berjumlah sebanyak 24 siswa.(GOS/YAM-R1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya