oleh

Ketua PMI Cabang Sikka Bantah Adanya “Transaksi” Jual Beli Darah

-DIKKES-221 views

MAUMERE, MN – Beredarnya desas desus di masyarakat dan media sosial bahwa PMI Sikka melakukan transaksi jual beli darah kepada para pasien yang membutuhkan darah langsung dibantah oleh Ketua PMI Cabang Sikka, Grave Seda saat menjawab pertanyaan beberapa awak media disela-sela kegiatan donor darah yang dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere pada Selas, (23/07/19) di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka.

Menurut Grave, berdasarkan pandangan masyarakat umum bahwa PMI Cabang Sikka menjual darah, namun dirinya dengan tegas membantah anggapan tersebut.

Grave mengatakan, bahwa hal tersebut dilakukan untuk mengganti biaya pengolahan darah dengan menghitung beberapa komponen seperti pemeriksan malaria, HIV, dan beberapa penyakit lainnya yang juga membutuhkan biaya.

“Kami butuh dukungan pemerintah dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sikka. Seandainya bantuan dana dari pemerintah itu cukup, mungkin hal tersebut tidak perlu terjadi karena kita perlu membeli beberapa peralatan itu dananya dari mana,” tegasnya.

Lebih lanjut Grave menambahkan, harga perkantong darah yang dijual PMI cabang Sikka adalah 360 ribu rupiah sesuai dengan harga standar nasional.

Grave mengaku, pihaknya sering melakukan komunikasi bersama DPRD Kabupaten Sikka terkait kekurangan dana yang dialami PMI, namun hasilnya belum maksimal.

Setiap tahun, PMI Sikka mengajukan dana sebesar 1 Milyar rupiah, namun realisasi hanya berkisar 400 juta rupiah.

“Biaya 400 juta ini jelas tidak cukup bagi kami. Jadi solusinya kami kerja sama dengan instansi pemerintah atau swasta dalam hal melakukan donor darah gratis,” ungkap Grave. (ACQ-R2)

Berita Lainnya