oleh

Di Sikka: Penerima Bansos Tunai Tak Sesuai, Kades Takaplager Nyaris Diamuk Warganya

-PEMERINTAHAN-1.628 views

MAUMERE, MN- Kepala Desa Takeplager Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Sabtu (9/5/2020) nyaris diamuk warganya, saat warga mengadukannya ke Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, terkait dengan penerima bantuan sosial (Bansos) tunai di desa tersebut.

Pasalnya, penerima bansos tunai sebesar Rp. 600.000 per KK selama 3 bulan lamanya di desa tersebut, bukannya diberikan kepada warga miskin, namun malah diperuntukan bagi para aparat desa, para warga yang mampu dan termasuk 6 orang ASN. Sementara, warga miskin yang seharusnya mendapatkan bantuan tersebut, tidak masuk dalam daftar penerima bansos tunai.

Kedatangan Bupati Robi Idong yang didampingi Plt Sekda Sikka, Wihelmus Sirilus dan Dandim 1603 Sikka, Letkol Inf. M. Zulnalendra Utama, SIP, bersama dengan rombongan, menjadi kesempatan warga membeberkan permasalahan itu.

Bahkan, di depan Bupati, Dandim dan Sekda, warga menyebutkan, kebijakan yang diambil oleh Kepala Desa mereka, tidak berpihak kepada warga miskin di desa yang dipimpinnya.

“Bukan hanya ini saja, tetapi soal dana bantuan melalui PKH dan BPNT pun, hanya orang-orang tertentu saja yang mendapatkannya,” ujar salah seorang ibu dari desa tersebut di hadapan Bupati Robi Idong.

Warga yang ribut sambil berteriak-teriak dan memarahi Kepala Desanya, akhirnya meredah setelah, Bupati Robi Idong memerintahkan, agar ketika dana tersebut dicairkan, tidak boleh langsung dibagikan, namun menunggu pendataan ulang warga yang berhak mendapatkannya, barulah dibagikan.

Bupati Robi Idong dalam kesempatan itu pun mengingatkan kepada Kepala Desa Takaplager, untuk tidak memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

“Dana ini diberikan oleh Presiden untuk membantu masyarakat miskin yang terimbas dari pandemi covid 19 ini. Jangan kita mencuri bantuan kemanusiaan ini untuk kepentingan pribadi, karena itu tidak halal bagi kehidupan kita,” tegasnya.

Bupati pun mengingatkan kepada Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sikka, untuk mengkaji kembali data penerima bansos tunai di Desa Takeplager, yang diperkirakan sebanyak 150 KK tersebut, agar ketika bantuan itu tiba dialihkan kepada mereka yang lebih berhak.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya