oleh

Di Sikka, Ketua BPD Hewokloang Bangun Ruang Literasi untuk Anak Desa

-DIKKES-320 views

MAUMERE, MN- Long life education, pendidikan itu sepanjang hayat hidup. Mungkin semboyan inilah yang mendorong Ketua Badan permusyawaratan Desa (BPD) Desa Hewokloang Kabupaten Sikka, Wendelinus Sareng, mulai membangun sebuah ruang literasi sederhana di desa tersebut.

Taman baca yang berada di ketinggian ini, juga memberikan nuansa baru bagi anak-anak desa untuk selain membaca, juga dapat menikmati alam yang begitu indah.

Disambanginya, Selasa (5/5/2020) di taman bacanya, dia menyebutkan, taman bacanya ini dibangun sejak tahun 2019 lalu.

“Mulanya memang hanya iseng untuk tempat duduk-duduk, kalau siang hari. Namun, setelah saya mempelajari bahwa banyak anak di desa ini hanya bermain saja, lalu saya mulai menghimpun beberapa anak desa. Mulanya memang khusus untuk anak-anak SD, namun sampai saat ini anak-anak SMP juga datang membaca di sini, bahkan tukang ojek pun sering datang,” akunya.

Alumni salah satu universitas di Makassar ini menyebutkan, dia membangun taman baca ini dengan satu tujuan ingin menjadikan Hewokloang sebagai Desa Literasi.

“Saya ingin budayakan membaca bagi masyarakat yang ada di desa ini. Karena dengan membaca, kita bisa mengetahui informasi dari segala macam sisi kehidupan. Saya lihat anak-anak di sini sudah mulai gemar membaca. Memang sebelumnya mereka hanya ingat bermain saja. Kita bangun ini, agar bisa mengurangi kegiatan bermain mereka yang tidak menghasilkan hal-hal yang positif,” ujarnya.

Disinggung soal ketersediaan buku, dia mengaku, awalnya dia menyiapkan beberapa buku saja, dari yang dia punya, seperti buku dongeng dan buku-buku tentang ilmu pengetahuan.

“Memang ada juga sumbangan dari beberapa teman yang peduli akan literasi ini. Saya memang sangat berharap ada perhatian dari Pemkab Sikka untuk membantu kami untuk pengadaan buku-buku ini, namun hingga saat ini belum kami temui pihak-pihak yang berkompeten,” akunya.

Terkait dengan upaya yang dilakukan Wendelinus Sareng, Anggota DPRD Sikka, Yosep Don Bosco berinisiatif untuk membantu mengembangkan ruang baca tersebut, walau bantuan itu akan diupayakannya secara bertahap.

Disinggung soal dampak covid 19 ini untuk taman bacanya, kata dia, dengan adanya pandemi covid 19 ini, dia tetap membuka taman bacanya, tetapi hanya untuk meminjamkannya dan dibawa pulang untuk dibaca di rumah.

“Untuk saat ini memang buku-bukunya masih sangat kurang. Saya sendiri merasakan dampaknya, dan olehnya, saya memutuskan untuk bukunya dibawa pulang dengan gratis, asalkan saja dipelahara dengan baik,” pungkas Sareng yang mengaku masih membutuhkan sekitar 200 unit buku bacaan lagi.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya