oleh

Di Lekebai, Bupati Sikka Pelototi Dinas Pertanian yang Hanya Urus Pengadaan

-EKBIS-520 views

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, akhirnya memberikan stressing keras kepada Dinas Pertanian Sikka, yang selama ini hanya mengurus pengadaan, tanpa melihat kondisi ril petani di lapangan.

Ketegasan itu disampaikan Bupati saat memberikan sambutannya pada Hari Pangan Sedunia ke 39 tingkat Keuskupan Maumere, yang dilaksanakan di Aula Paroki Lekebai Kecamatan Mego, Rabu (6/11/2019).

“Mengapa petani kita masih terus miskin sementara potensi pertanian kita sangat menjanjikan? Ini disebabkan karena managemen pertanian yang belum melaksanakan tugasnya secara optimal. Untuk itu, Kepala Dinas Pertanian segera membuat aplikasi dan mendata semua petani yang ada di wilayah ini. Pemerintah seharusnya berterima kasih kepada Keuskupan Maumere yang sudah memulainya,” tegas Bupati Idong, sapaan akrabnya di forum tersebut.

Dikatakan, data itu harus menjadi dasar bagaimana kebijakan pertanian ini diarahkan. Untuk itu, lanjut Bupati, ke depannya dengan data tersebut dilakukan berbagai terobosan di bidang pertanian, agar bisa membantu para petani di wilayah ini untuk meningkatkan hasil produksi pertanian mereka.

“Data base itu sangat penting, sehingga kebijakan pun diambil berdasarkan data base itu, programnya pun terarah sesuai dengan kondisi ril kita di lapangan. Saya juga meminta kepada seluruh staf Dinas Pertanian, mulai saat ini masuk kebun, jangan hanya sibuk urus pengadaan saja, akhirnya tidak menghasilkan apa-apa, SiLPA saja yang kita dapatkan setiap tahun anggaran,” ujar Bupati lagi.

Di depan forum seminar bertajuk Inovasi teknologi pertanian untuk merespon perubahan iklim dan ketersediaan pangan komunitas, Bupati mengingatkan agar Dinas Pertanian ke depannya sudah mulai meninggalkan yang kimia-kimia dan mengdepankan pupuk organik.

“Rehabilitasi pertanian dan konservasi SDA harus kita ke depankan. Karena ketika kita menggunakan pupuk organik, jauh lebih memberikan dampak berarti bukan hanya tahun ini saja, tetapi bisa bertahan tahun-tahun yang akan datang, karena unsur hara tanahnya tidak hilang karena bahan kimia. Selain itu, Sikka pun akan dikenal dengan tanaman pertaniannya yang semuanya menggunakan pupuk organik,” pungkas Bupati lagi.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya