oleh

Di Detik-Detik Proklamasi RI ke 75 di Maumere, Bupati Sikka Kobarkan Semangat Warganya Lawan Covid 19

-METRO-533 views

MAUMERE, MN- Memperingati detik-detik proklamasi RI ke 75 di Kabupaten Sikka, Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, membangkitkan dan mengobarkan warganya untuk bangkit dari keterpurukan untuk melawan pandemic covid 19.

Bupati dalam sambutan tertulisnya menggambarkan bagaimana Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka, membebaskan diri dari segala jenis belenggu yang selama ini telah menderah warga Kabupaten Sikka.

“Melalui spirit juang elan vital, kita semua harus berani bangkit untuk meraih mimpi dan cita-cita. Elan Vital inilah yang pada tahun 1904 membakar sukma Moan Teka bersama saudaranya Moan Iku dari HUBIN, yang dengan dukungan Raja Kangae, Moan Ratu Nai Roa, berjuang mengangkat senjata tombak-busur-panah, melawan imperialisme Belanda, yang dicatat dalam sejarah sebagai Nuhu Teka atau Perang Teka,” tegasnya.

Teka yang kebal senjata membuat tentara kolonialis kewalahan, akhirnya ditaklukkan melalui siasat perundingan. Moan Teka yang datang berunding ternyata ditangkap & diadili. Di dalam pengadilan yang tidak adil itu, Moan Teka dipaksa mengakui Ratu Nai Roa sebagai bagian dari pemberontakannya. Tapi Teka menolak berkhianat dan memilih untuk berkorban. Dia lalu dihukum buang ke Sawahlunto. Pada tahun 2007, Tim Riset Pemkab Sikka mengunjungi makam Sang Pahlawan Dareah itu & berjumpa dengan keturunannya di Sawahlunto, Sumetera Barat.

Merayakan HUT Intan NKRI ini, lanjut Bupati, Presiden Jokowi sudah menetapkan tema nasional kita yakni, Indonesia Maju.

Namun kita semua diajak untuk merayakannya secara sederhana, peserta terbatas, acara disederhanakan, karena Negara kita, bersama semua Negara di dunia tengah dilanda pandemi global Corona Virus Disease 2019 atau covid-19.

Banyak korban yang berjatuhan akibat virus ini dan efek domino Covid-19 merembet ke masalah sosial ekonomi. Secara global, sudah ada 10 Negara besar yang mengalami reses, yakni Amerika, Inggris, Jepang, Singapura, Jerman, Italia dst, karena angka pertumbuhan ekonominya jatuh hingga MINUS 20.

Di Indonesia, Menteri Keuangan informasikan pada 5 Agustus 2020, pertumbuhan perekonomin kita juga alami konstraksi hingga minus 5.

“Kita di Kabupaten Sikka juga menerima dampak itu. Hingga hari ini, Data Covid-19 Kabupaten Sikka adalah, terkonfirmasi positif 26 orang. Sembuh 27 orang. 1 pasien pelaku perjalanan meninggal dunia dengan status probable covid-19. Sementara pelaku perjalanan yang baru tiba dan sedang dikarantina sebanyak 3 orang, dalam kondisi sehat,” tegasnya lagi.

Meski demikian, lanjut Orang Nomor Satu di Sikka ini, Gubernur NTT mengapresiasi keberhasilan kinerja Pemda dan masyarakat Kabupaten Sikka itu.

“Olehnya, atas nama pemerintah dan rakyat Kabupaten Sikka, saya ucapkan terima kasih kepada Tim Gugus Tugas Covid-19, baik di tingkat Kabupaten, tingkat Kecamatan, hingga tingkat Desa melalui gerakan Desa dan Kampung Siaga Covid, telah bersama-sama dengan warga Kabupaten Sikka mengantisipasinya, hingga hari ini,” ujarnya.

Terima kasih khusus juga kita haturkan untuk Dandim 1603/Sikka, DanLanal Maumere, dan Kapolres Sikka, yang bersama pasukannya telah mendukung dan menolong upaya mengatasi pandemi ini.

Terima kasih istimewa, kita haturkan kepada para dokter bersama segenap tim medis, yang telah dan masih sedang berjuang mengatasi Pandemi Covid-19, dengan menanggung resiko kemungkinan tertular.

Untuk itu, tetaplah mengikuti protokol kesehatan, teruslah bergerak untuk meningkatkan produktifitas kita, guna meningkatkan kesejahteraan kita. Tuhan akan selalu menyertai kita.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya