oleh

Dengarkan ‘Asmara’, Bupati dan Wabup Sikka Kunjungi Waioti

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Sikka, Romanus Woga, tidak pernah berhenti melakukan blusukan ke masyarakat.

Kedatangan kedua pemimpin Sikka ini bertujuan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat (asmara).

Dan, Sabtu (5/9/2020), keduanya mengunjungi Kelurahan Waioti Kecamatan Alok Timur. Kedatangan mereka didampingi, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yosep Karmianto Eri dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Ny. Maria Cahyani Idong.

Banyak hal yang disampaikan oleh warga Kelurahan Waioti kepada kedua pemimpin ini. Banyak hal pula yang didengarkan keduanya, yang diharapkan ke depannya dapat melahirkan kebijakan baru terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di daerah itu.

Wabup Romanus dalam kesempatan itu menegaskan, kehadiran keduanya di seluruh wilayah desa sampai ke pelosok-pelosok kampung di Kabupaten Sikka, adalah bentuk tanggungjawab moril kepada masyarakat.

“Kami dipilih oleh rakyat, maka sepantasnya kami datang untuk melihat dari dekat bagaimana kondisi riil yang dialami oleh masyarakat. Pemimpin memang sudah sepantasnya turun untuk bersama dengan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Sikka, Yosep Karmianto Eri dalam kesempatan itu mengatakan, kepemimpinan di jaman mileneal dan era digital saat ini, pemimpin yang dibutuhkan adalah pemimpin yang selalu turun bertemu dengan rakyatnya.

“Kepemimpinan itu memang banyak tipenya. Tetapi pemimpin sejati adalah dia yang selalu turun untuk mendengarkan keluhan rakyatnya. Dan itu dilakukan oleh seorang Robi Idong dan Romanus Woga dalam masa kepemimpinan ini. Ini bukti bahwa pemimpin selalu dekat dengan rakyat, sehingga diharapkan ke depannya, kebijakan yang diambil benar-benar diarahkan untuk kepentingan rakyat, yakni pemenuhan hak-hak dasar masyarakat,” tegasnya.

Dalam catatan wartawan, Kelurahan Waioti, memiliki jumlah penduduk sebanyak 7.450 jiwa.

Lurah Waioti dalam pemaparannya di hadapan Bupati dan Wabup menyebutkan, hingga saat ini terdapat sekitar 531 anak yang menderita stunting. Hal itu pun disampaikan juga oleh Camat Alok Timur dalam kesempatan itu.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya