oleh

Cerita Yakobus Nong dan Khasiat Tanaman Obatnya di Tengah Kota Maumere

-METRO-470 views

MAUMERE, MN- Lelaki tua itu, terus mengayuh lengannya, mencangkul tanah di pinggir tanaman yang ditanamnya di tengah Kota Maumere.

Sesekali, dia harus menyeka keringat yang bercucuran di keningnya yang mulai tampak keriput. Meski demikian, semangatnya terus bergelora, saat pepohonan rimbun di atas lahan seluas 1 hektar mulai rindang dan memberikan kesejukan.

Puluhan tanaman yang berdiri tegak itu, ternyata tanaman obat tradisional, yang diakui sangat berkhasiat untuk menyembuhkan segala jenis penyakit.

Dialah, Yakobus Nong (68) yang sehari-hari menggeluti tanaman obat-obatan di RT 003 RW 007 Misir Utara Kelurahan Madawat Kota Maumere.

Tiba-tiba, wajahnya berubah ceria dan senyum melebar, saat Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sikka, Maria Cahyani Idong, berkunjung ke kebun obatnya, Minggu (9/8/2020).

“Saya sudah tanam sejak lama, karena banyak yang mulai hilang di hutan, sehingga kita harus kembangkan lagi di sini. Obat yang saya buat pun, sudah menyembuhkan banyak orang. Bahkan, para pastor pun datang dan membeli ramuan yang saya racik,” tuturnya di depan Bupati Robi Idong.

Dia mengaku, jika semua obat yang diraciknya adalah berasal dari alam, dari tanaman yang ditanamnya di lahan pekarangan rumahnya tersebut.

“Saya selalu minta  Yang Mulia Bapa Uskup untuk memberkati ramuan saya, sebelum saya berikan kepada konsumen saya. Memang, ada yang sudah melakukan penelitian untuk ramuan saya ini,” akunya.

Dalam bincang-bincang tersebut, dirinya mengaku bangga bisa dikunjungi Orang Nomor Satu di Kabupaten Sikka.

Bupati Robi Idong, dalam kesempatan itu, mengatakan, ramuan obat tradisional yang dipercayakan secaara turun temurun sejak leluhur, harus  dilestarikan dan terus ditingkatkan pengembangannya, tentunya melalui sebuah penelitian ilmiah, sehingga adanya legalitas dari obat tradisional ini.

Bupati juga berpesan untuk Yakobus Nong, untuk terus berusaha dan bila perlu mewariskan pengetahuan meracik ramuan trdisionalnya ke generasi muda untuk dapat dikembangkan demi kemanusiaan.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya