oleh

Bupati Sikka Terharu, Anak dari Keluarga Ini Diangkat Jadi Anggota Satpol PP

-SOSBUD-2.162 views

MAUMERE, MN- Yohanes Anselmus (70) hanya terdiam diri, saat Orang Nomor Satu di Kabupaten Sikka ini, Fransiskus Roberto Diogo mengunjungi rumahnya, Minggu (17/11/2019) di Dusun Magerobak Desa Seu Sina Kecamatan Kewapante Kabupaten Sikka. 

Kondisi kehidupan mereka yang serba susah, menyebabkan, dia dan istrinya Elisabeth Gentia (57) hanya pasrah kepada nasib. Selama puluhan tahun, mereka hidup sangat menderita. Kenapa tidak? Pasalnya, 3 dari 4 anak mereka merupakan penyandang disabilitas.

Anak sulung mereka, Margaretha Loli Kenga (36) dan anak kedua, Yuliano Miskin Sado (24) terpapar orang dengan gangguan jiwa. Sementara anak bungsu mereka Wilhelmina Wilma henga (19) mengalami cacat sejak umur 6 bulan. Hanya satu anak mereka, yakni anak ke 3, Antonius Nong Sado (22) yang telah tamat dari SMA, namun tidak lanjut lagi karena terbentur ekonomi.

Meski dengan kondisi susah, namun Yohanes Anselmus yang selama ini menggarap tanah milik orang lain sebagai petani, bersama istrinya dan anak ketiga mereka, terus membanting tulang menghidupi keluarga mereka.

Karena keterbatasan ekonomi, rumah tinggal mereka di Dusun Magerobak itu pun tak layak huni. Seluruh bangunannya terbuat dari bambu yang sudah lapuk termakan usia.

Kesengsaraan hidup yang dialami Yohanes Anselmus dan keluarganya, mengetok hati Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo untuk datang dan melihat langsung kondisi mereka.

Bupati Idong, sapaan akrabnya yang didampingi Ny. Cahyani Idong, sempat berkomunikasi dengan Yohanes Anselmus dan istrinya. Dari komunikasi itu, terlihat Bupati Idong sangat terharu saat mendengar penuturan dari Elisabeth Gentia.

Ibu paruh baya yang harus membagi waktu mengurus ketiga anaknya yang menyandang disabilitas ini pun mengaku, dia harus tabah untuk mengurus ketiga anaknya, belum lagi ditambah dengan mengurus pekerjaan rumah tangga dan harus membantu suami bekerja sebagai petani. Kondisi yang sulit ini, dihadapinya setiap hari, sementara untuk menopang ekonomi keluarga, mereka hanya berharap dari bagi hasil garapan lahan milik orang lain di dusun itu.

Dari penuturan kisah yang diceritakan Elisabeth Gentia, Bupati Idong langsung meminta agar anak ketiga mereka, akan segera dibantu dan diberikan pekerjaan sebagai anggota Satpol PP.

“Pemerintah harus memberi perhatian, seperti kondisi keluarga ini, karena itu merupakan amanat undang-undang. Mereka-mereka inilah yang butuh perhatian segera dari pemerintah. Untuk itu, saya sudah perintahkan kepada Kepala Satpol PP agar menerima anak ketiga dari keluarga ini sebagai anggota Satpol PP. Ketika dia sudah bekerja, maka dia bisa memberikan perhatian bagi keluarga ini,” tegas Bupati Idong.

Rasa haru Orang Nomor Satu di Sikka ini pun bertambah setelah melihat kondisi rumah mereka yang tidak layak huni. Bahkan, dalam kesempatan itu, Bupati Idong ingin memberikan beasiswa kepada Antonius Nong Sado untuk dapat melanjutkan ke perguruan tinggi, yang seluruh beban biayanya akan ditanggung oleh pemerintah.

Perasaan terharu dan bangga terlihat jelas dari raut wajah kedua suami istri ini. Mereka menyampaikan beribu-ribu ungkapan ‘Epang Gawang’ yang mendalam kepada Bupati dan rombongan yang sudah memberikan bantuan kepada keluarga mereka.(MAR/REN-R1)
Bagikan

Komentar

Berita Lainnya