oleh

Bupati Robi Idong: Sikka Nomor Urut Pertama Daerah Resiko Tsunami di NTT

MAUMERE, MN- Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo atau yang biasa disapa Robi Idong mengaku, Kabupaten Sikka merupakan kabupaten dengan potensi tsunami nomor urut pertama di Provinsi NTT.

Hal itu disaampaikan Bupati Robi Idong, saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan sosialisasi pelaksanaan pekerjaan pembangunan turap pengaman pantai (breakwater) di Desa Habi, yang berlangsung di Cafe Sentral Kota Maumere, Sabtu (25/7/2020).

Orang Nomor Satu di Sikka ini pun kembali mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sikka memberikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas perhatian untuk Kabupaten Sikka saat ini.

“Kabupaten Sikka selain nomor urut pertama di Provinsi NTT, tetapi juga menjadi nomor urut ke 59 di Indonesia, sebagai daerah rawan bencana tsunami. Perhatian yang begitu besar bagi Sikka ini, perlu didukung oleh semua elemen masyarakat di wilayah ini,” tegasnya.

Terkait dengan pekerjaan turap pengaman pantai sepanjang 5 km yang dialokasikan dengan anggaran sebesar Rp. 11 miliar dan dikerjakan oleh PT Prima Subur tersebut, perlu juga mendapat dukungan dari masyarakat, termasuk juga bentuk pengawasannya.

“Pengerjaan turap pengaman pantai ini, tujuan utamanya adalah melindungi warga Kabupaten Sikka yang berada di pesisir dari bahaya tsunami yang akan mengancam kita ke depan. Nah, fasilitas yang sudah dibangun ini, tentunya ke depan diharapkan dapat dijaga baik dan tentu dimanfaatkan dengan baik untuk kepentingan bersama,” tambahnya.

Bupati juga menyebutkan, pembangunan turap pengaman pantai ini juga multi fungsi, selain memberikan perlindungan tetapi juga berdampak bagi pengembangan pariwisata dan perikanan di wilayah ini.

Sementara itu, Camat Kangae, Akulinus dalam kesempatan itu, menyebutkan, pembangunan turap pengaman pantai di sepanjang Pantai Lokaria ini merupakan penantian panjang selama ini.

“Terus terang, setiap kali pergantian musim itu ada ancaman bagi warga yang memiliki usaha di sepanjang pantai ini. Mereka merasa cemas dan sangat terganggu saat pergantian musim. Namun dengan hadirnya proyek ini, diharapkan dapat membantu pengembangan ekonomi produktif di wilayah ini,” tegasnya.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya