oleh

Bumingkan Marhaenisme & Pancasila, GMNI Sikka Sambangi Koja Gete

-SOSBUD-302 views

MAUMERE, MN – Sebagai organisasi gerakan dan organisasi nasionalis, GMNI selalu aktif membumingkan asas perjuangan yakni marhaenime dan pancasila.

Hal tersebut sejalan dengan apa yang dilakukan GMNI Cabang Sikka yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Koja Gete, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka, dalam rangka merayakan HUT RI ke 74 sejak Kamis, 15 Agustus hingga Sabtu, 17 Agustus 2019.

Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut, GMNI Sikka melakukan kegiatan bakti sosial, sosialisasi tentang pancasila dan kebangsaan kepada karang taruna Desa Koja Gete, Remaja Mesjid dan OMK Stasi Nanga, Paroki St. Yoseph Talibura.

Puncak dari kegiatan tersebut, GMNI Sikka bersama Pemerintah Desa Koja Gete dan masyarakat Desa Koja Gete, melakukan Apel bersama dalam rangka merayakan HUT RI ke 74.

Kepala Desa Koja Gete, Sahut, orang muda yang progresif – revolusioner sangat dibutuhkan untuk kemajuan sebuah daerah atau negara melalui ide – ide dan tindakan nyata yang inovatif. Aktivis GMNI Sikka menjadi contoh yang baik bagi kaum muda di Desa.

GMNI Sikka bersama, Karang Taruna Desa Koja Gete, Remaja Mesjid dan OMK Stasi Nanga. Foto : GMNI Sikka

Kepala Desa Koja Gete, berharap GMNI Sikka perlu membantu pemerintahan Desa untuk mempromosikan Desa Koja Gete sebagai salah satu desa pariwisata di Kabupaten Sikka.

Sahut, mewakili pemerintahan desa dan masyarakat desa sangat antusias dan berterima kasih kepada aktivis GMNI Cabang Sikka yang sudah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan HUT Ke – 74 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Koja Gete..

Alvianus L. Ganggung, Ketua GMNI Cabang Sikka, melalui rilis yang diterima Maumere News mengatakan, GMNI sebagai organisasi gerakan dan organisasi nasionalis selalu aktif membumingkan asas perjuangan yakni marhaenime dan pancasila.

“Pancasila dan marhaenisme merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara adalah embrio dari marhaenisme yang mana sejak tahun 1927 selalu digaungkan oleh sang proklamtor kemerdekaan bangsa Indonesia yang tidak lain tidak bukan adalah Dr. Ir. Soekarno. Pancasila merupakan jawaban atas kerinduan bangsa Indonesia untuk mencapai sebuah kemerdekaan yang mana tidak ada ratap dan tangis. Pancasila merupakan kunci bagi bangsa Indonesia untuk mencapai kesejahteraan sosial. Pancasila juga merupakan benteng yang kokoh untuk menepis tantangan – tantangan kebangsaan baik itu secara internal dan eksternal,” ungkap Alvin.

Alvin menambahkan, Pancasila harus disosialisasikan secara holistik kepada masyarakat terutama kaum muda sebagai penerus tongkat estafet dari pada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap nilai dari Pancasila bukan hanya sekedar dihafal tetapi lebih dari itu bagaimana masyarakatnya mampu mengahayati nilai – nilai dari pada pancasila tersebut sehingga masyarakatnya hidup rukun, damai, dan bertoleransi. (Acq-R2)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya