oleh

Bentrok di Adonara, 1 Tewas, 3 Sekarat dan 3 Rumah Dibakar

-HUKRIM-968 views

LARANTUKA, MN– Bentrok antar warga di dua desa di Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur (Flotim), terjadi selama dua hari yakni Rabu (5/6/2019) hingga Kamis (6/6/2019). Bentrok tersebut menyebabkan 1 orang meninggal dunia dan 3 korban sekarat.

Bukan hanya itu saja, akibat bentrokan itu pun menyebabkan 3 rumah dibakar massa.

Informasi awal yang diterima Maumere News, bentrok ini dipicu dari adanya kasus kriminal murni antara Desa yakni Desa Nubalema dan Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah.

Kapolres Flotim, AKBP  Deny Abrahams, SH, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Joni F. M. Sihombing, SE, MM, SIK kepada wartawan, saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (6/6/2019) malam, membenarkan kejadian tersebut.

“Dari kejadian tersebut, kami langsung ambil tindakan kepolisian dengan mendatangi TKP. Kita juga dibantu aparat dari Brimob Maumere dan Kodim Flotim. Kondisi wilayah di dua desa tersebut saat ini sudah mulai kondusif. Kita juga sudah lakukan komunikasi persuasif dengan massa dan sudah ada kata sepakat terkait dengan peristiwa ini,” ujarnya.

Terkait dengan proses hukum, kata Kasat Joni mengatakan, pihaknya telah mengamankan sebanyak 7 pelaku.

“Ketujuh pelaku ini sampai sekarang kita belum menetapkan tersangkanya. Kita masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait dengan kasus ini,” tegasnya.

Disinggung soal kejadian tersebut yang menyebabkan 1 korban meninggal dunia, kata dia, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban, Salim (31) warga Desa Nubalema.

“Hasil visum et repartum yang kami dapatkan yakni korban meninggal karena terkena benturan keras di kepalanya. Namun hal ini kami masih terus melakukan penyelidikan dan penyidikan untuk bisa memastikan kasus ini,” sebutnya.

Dia juga mengatakan, Kapolres Flotim juga sudah turun ke lokasi kejadian untuk menyelesaikan persoalan tersebut. Dan saat ini sekitar ratusan aparat sudah berada di lokasi kejadian untuk mengantisipasi jangan sampai terjadinya bentrok susulan.

Dia juga sangat berharap agar masyarakat kedua pihak yang bertikai untuk menahan diri dan menyerahkan proses ini ke aparat kepolisian.

“Kita akan tetap bekerja profesional untuk kasus ini. Saya sangat berharap agar masyarakat jangan terprovokasi dengan berita-berita hoaks yang dapat menimbulkan persoalan baru atas kasus ini,” tegas Kasat yang sangat dekat dengan wartawan ini.

Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan dan penyidikan terhadap ke 7 pelaku masih intensif dilakukan oleh penyidik Satuan Reserse dan Kriminal Polres Flotim.

Sementara itu, Camat Adonara Tengah, Paulus Petala Kaha, yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Kamis (6/6/2019) juga menyebutkan, terkait dengan kasus ini, pemerintah kecamatan sudah mengambil langkah bersama aparat keamanan untuk menggelar pertemuan bersama antara kedua belah pihak yang bertikai.

“Tadi sudah ada pertemuan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Tokoh-tokoh adat dan beberapa perangkat dari dua desa sudah kami bertemu bersama. Saya sudah tegaskan agar persoalan kriminal murni ini jangan membias ke masalah lain. Kita serahkan ke aparat keamanan untuk proses hukum selanjutnya,” ujar Camat yang mengaku sedang menuju ke Larantuka untuk melaporkan hasil pertemuan tersebut ke Bupati Flotim.

Sementara itu, terkait dengan awal kejadian kasus ini masih terus diselidiki oleh aparat Polres Flotim.(ANI-R1)

 

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya