oleh

Banjir Rob di Bebeng, Pemkab Sikka Bangun Talud Sepanjang 300 M

-METRO-88 views

MAUMERE, MN- Sudah jatuh tertumpah tangga. Peribahasa ini mungkin dialami oleh sebagian besar masyarakat Bebeng, Kelurahan Wolomarang Kecmatan Alok Barat yang mengalami musibah bertubi-tubi.

Mengapa tidak? Pasalnya, selain warga saat ini mengalami imbas pandemi covid 19 sama seperti kebayakan warga lainnya, tetapi juga mereka mengalami musibah banjir rob.

Banjir Rob merendam ratusan rumah warga Bebeng dengan ketinggian sebatas betis orang dewasa, terjadi sekitar Kamis (4/6/2020) lalu.

Kondisi tersebut pun telah menjadi perhatian prioritas dari pemerintah Kabupaten Sikka.

Kepala Pelaksana BPBD Sikka, Muhamad Daeng Bakir, dalam keterangannya, saat ditemui di ruang kerjanya, menjelaskan, setelah mendapatkan perintah dari Bupati untuk menangani banjir rob dan dampak yang dialami oleh warga Bebang, kita koordinasikan dengan semua pihak, dalam mengatasinya.

“Pertama yang kita kerjakan yakni membangun turap penahan banjir rob dan mencegah tergenangnya rumah warga. Karena di lokasi tersebut selain kena dampak dari banjir rob, mereka juga menjadi daerah langganan banjir saat hujan, karena banjir tidak akan ke mana-mana,” jelasnya.

Dia juga melanjutkan, terkait dengan upaya antisipasi tersebut, Bupati Sikka pun telah memerintahkan Kepala Dinas PUPR agar mengkajinya, sehingga banjir saat hujan bisa diarahkan ke Kali Wolo Marang.

Pengerjaan turap tersebut memang emergency, sekitar 300 meter yang alokasi anggarannya diambil dari dana tak terduga sekitar Rp. 400 juta.

“Kemarin saat Pak Bupati turun, Beliau sudah meminta agar pengerjaannya dipercepat dalam rangka mengantisipasi banjir rob di lokasi tersebut,” pungkasnya.(SON-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya