oleh

All Star Lembata Rilis Album Perdana, ‘Ciptakan Damai di Bumi’

LEMBATA, MN- 17 Musisi yang tergabung dalam All Star Lembata dengan aliran Slow rock  merilis sebuah single berjudul ‘Ciptakan Damai di Bumi’, bertempat di Komak Lewoleba Selatan, Minggu(12/7/2020).

Singel tersebut dirilis bersama video klip  berdurasi 5 menit 49 detik tersebut bercerita tentang sebuah perjalanan manusia dengan situasi dunia yang penuh dengan tragedi.

“Lagu Ciptakan Damai di Bumi’ yang digarap sekitar 2 Minggu ini mewakili proses kontemplasi dalam kejernihan diri. Mulai dari persoalan hidup manusia, berbagai musibah, wabah penyakit yang selalu menghantui kehidupan setiap penghuni bumi ini”, ungkap Jhon Bala Wawin, Senin (13/7/2020) sore.

Menurut Bala Wawin, lagu ini menyajikan suara distorsi yang kental dengan musik slow rock. Lagu ini meramu berbagai elemen suara.

Alat musik seperti keyboard menjadi salah satu elemen pemanis lagu ini. Selain alat musik keyboard mereka juga menggunakan gitar.

Ditengah perkembangan industri musik, sebagai musisi senior di Lembata, Bala Wawin selalu memberikan suport  kepada para musisi di Lembata dan berharap agar para musisi selalu bersatu untuk berkarya  membangun Lembata dengan bermusik.

 

“Hari ini saya punya harapan untuk adik-adik dan teman-teman seniman semua agar terus berkarya di dunia musik, tanggalkan ego karena dengan itu kita tidak berkembang” ungkap Bala Wawin.

Kepada All Star Lembata, Bala Wawin juga berharap agar selalu kompak. Sebagai musisi senior Bala Wawin selalu memberi dukungan demi perkembangan industri musik di Lembata.

Dari dulu saya terjun ke dunia musik harapan besar saya adalah menyatukan seluruh musisi yang ada di Lembata, saya ingin membawa musisi Lembata agar lebih terkenal oleh pencinta musik dan masyarakat di luar Lembata”, ungkap inisiator Lahirnya All Star Lembata, Nona Atawolo kepada wartawan Senin (13/7/2020).

 

Menurut Nona Atawolo All Star Lembata hadir dengan karakter yang berbeda dengan tujuan untuk menyatukan semua untuk menciptakan satu karya agar dapat di terima masyarakat pecinta musik.

Lebih jauh Ia menjelaskan, tujuan mengumpulkan musisi Lembata adalah untuk menyatukan semua musisi dalam satu wadah sehingga semua karya musik dapat di kenal orang dalam satu grup dan tidak berjalan sendiri.

“Dengan karakter yang berbeda kita di kumpulkan dalam satu grup untuk menciptakan satu karya  agar bisa di kenal masyarakat. Karena belum ada waktu dan kesibukan, dan dengan covid kemarin maka kita coba garap teman-teman musisi yang punya potensi untuk bergabung dalam wadah all star Lembata ini”, ungkapnya.

Ditanya terkait jangan sampai adanya ketersinggungan dengan musisi Lembata yang belum terakomodir dalam All Star Lembata, Nona Atawolo menampik issue itu dengan mengatakan, di luar kami 17 orang ini kami  sudah berkordinasi dengan para musisi yang lain namun kesibukan jadi mereka belum bergabung, ada yang sudah siap namun karena sibuk jadi belum terlibat.

“Setelah adanya proses sampai ke launching malam tadi, hari ini banyak yang memberikan ucapan selamat ke All Star Lembata, juga  banyak yang minta untuk bergabung”, terangnya.

Kepada masyarakat Lembata dan yang ada di luar Lembata Ia berpesan bahwa All Star ada dan hadir untuk masyarakat pencinta musik di Lembata. Ia juga berharap agar para musisi Lembata dapat bersatu untuk berkarya bersama, saling menguatkan  dan selalu mendukung.

Rangkaian suara tersebut digarap di Studio Musik Ell Studio Lewoleba, dan diolah oleh sound engineer bersama Tony Elaman.

Untuk video klip nuansa Alam dan pantai dengan latar Bukit Cinta, Bukit Jomblo dan Pelabuhan Jeti Lewoleba yang menjadi icon pulau Lembata menjadi pilihan All Star dengan konseptor klip dan editor video Edward Tokan.

Busana memilih konsep warna Merah dan Putih dengan pendukung accesories, alasan pemilihan warna merah putih adalah karena Lembata bagian dari indonesia dan bendera merah putih yang adalah lambang Negara Indonesia serta busana daerah Lembata yang menujukan identitas budaya Lembata.

17 musisi Lembata yang bergabung dalam  All Star Lembata  antara lain, Jhon Bala Wawin, Nona Atawolo, Tonny Elam, Inyo Kaona, Evi Ndapamerang, Nerly Wutun, Cici Da Silva, Marlyn Peuuma, Sigen Kamalera, Yanti Wuwur, Abu Lado Purab, Edward Tokan, Hans Soge, Pace Villa dan Trio Amlegal (Lolik Luon, Kazlan Luon dan Roy Rebong). (MAR-RI)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya