oleh

Akibat Dipukul Petugas Covid 19 Ngada, Puluhan Sopir Maumere Mengadu ke Bupati Sikka

-HUKRIM-1.775 views

MAUMERE, MN- Aksi main pukul oleh petugas perbatasan Gugus Tugas Covid 19 di Paubuku, yakni perbatasan Kabupaten Nagekeo dan Kabupaten Ngada, menyebabkan, puluhan sopir mobil pengangkut ikan di Kota Maumere, mendatangi Kantor Bupati Sikka, Senin (1/6/2020).

Kedatangan mereka guna mengadu atas ketidakadilan yang dilakukan oleh petugas gugus tugas covid 19 di perbatasan dua wilayah tersebut, kepada salah seorang rekannya.

Aksi tersebut pun menyebabkan, mereka kehilangan lapangan pekerjaan. Bahkan, ada yang tidak bisa mengantar lagi ikan ke kawasan barat Flores, akibat kasus tersebut.

Lambertus Sino, juru bicara para pengemudi tersebut saat bertemu dengan Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengaku, penutupan portal perbatasan untuk mobil ikan yang merupakan salah satu mobil pengangkut logistik, mempersulit mereka mendapatkan pekerjaan di tengah pandemi covid 19 saat ini.

“Kami tidak diperbolehkan untuk melewati perbatasan sementara kami sudah melengkapi dokumen perjalanan berupa surat jalan dari Dinas Perhubungan, surat keterangan bebas Covid-19 dari Satgas Covid-19, Surat Keterangan Rapid Test dari Klinik, surat-surat kendaraan berupa SIM, STNK dan Buku KIR dan Surat dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka tempat kami mengambil ikan,” tegasnya.

Dalam pernyataannya, dia juga mengatakan, akibat penutupan tersebut, pihaknya juga sempat mempertanyakan penutupan perbatasan itu, namun petugas dari POL PP dan Polisi malah memukuli mereka.

“Bukan hanya dipukul saja, tetapi ada yang disuruh memasang telinga di knalpot mobil, dan mobil itu digass oleh petugas. Saya sendiri juga mengalami hal itu karena diajak untuk berduel dengan salah satu anggota Pol PP,” ujarnya dengan nada sedih.

Dia mengatakan, aksi yang dilakukan oleh petugas di perbatasan tersebut sangat diskriminasi dan kejadian ini sudah berulang-ulang kali terjadi.

Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si ketika menerima pengaduan sejumlah sopir tersebut mengaku, dirinya prihatin dengan kejadian tersebut.

“Saya sudah mendapatkan laporan kejadian ini dari Dinas Perhubungan dan melalui media sosial”, tambah Bupati Robi Idong, sapaan akbrab Bupati Sikka.

Robi Idong juga melanjutkan, beberapa hari yang lalu ada video converence dengan Gubernur, Wakil Gubernur dan semua Bupati dan Wali Kota bersama semua Forkompinda di Propinsi NTT dan menyepakati untuk tidak ada lagi penutupan jalan di perbatasan, apalagi menyangkut kendaraan yang memuat barang-barang logistik dan perdagamngan lainnya.

Semua mobil-mobil tersebut harus tetap beroperasi dengan tetap mengikuti protokoler kesehatan, tegas Robi Idong.

Robi Idong juga berjanji, hari ini juga dirinya akan menindaklanjutinya dengan menghubungi Gubernur NTT dan Bupati Ngada, terkait dengan persoalan tersebut.

Usai menyampaikan aspirasi mereka, para sopir itu pun membubarkan diri dengan teratur.(MAR-R1)

Bagikan

Komentar

Berita Lainnya